Sebagaimana disebutkan di dalam undang-undang dasar 1945 pasal 31 disebutkan bahwa setiap warganegara berhak mendapatkan pendidikan dan setiap warganegara wajib mengikuti pendidikan dasar. Dengan demikian anak berkebutuhan khususpun berhak mendapatkan pendidikan.
Adapun yang dimaksud dengan anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki baik temporer ataupun permanent untuk mendapatkan penyesuaian pelayanan pendidikan. Kebutuhan yang permanent kebanyakn diakibatkan oleh kelainan yang disandang. Jenis anak yang mempunyai kebutuhan khusus adalah:
Tuna netra.
Tuna rungu, tuna wicara.
Tuna grahita.
Tuna daksa.
Tuna laras (HIV, AIDS, narkoba).
Autis (sindrom aspeger).
Tuna ganda.
Kesulitan belajar:
- Hiperaktif.
- ADHD.
- Dysgraphi.
- Disphasia./bicara
- Dyslexia./baca
- Dyscalculia./hitung.
- Dispraxia/motorik.
- Lambat belajar (IQ: 70-90).
Gifted
Talented.
Karateristik Anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang:
1. Komunikasi:
- Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.
- Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi kemudian sirna,
- Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya.
- Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain.
- Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi
- Senang meniru atau membeo (echolalia)
- Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya
- Sebagian dari anak ini tidak berbicara ( non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa
- Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta sesuatu.
2. Interaksi sosial:
- Penyandang autistik lebih suka menyendiri
- Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan
- tidak tertarik untuk bermain bersama teman
- Bila diajak bermain, ia tidak mau dan menjauh
3. Gangguan sensoris:
- sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk
- bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
- senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda
- tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut
4. Pola bermain:
- Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya,
- Tidak suka bermain dengan anak sebayanya,
- tidak kreatif, tidak imajinatif
- tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar
- senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, roda sepeda,
- dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana
5. Perilaku:
- dapat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif)
- Memperlihatkan perilaku stimulasi diri seperti bergoyang-goyang,mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata kepesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang
- Tidak suka pada perubahan
- dapat pula duduk bengong dengan tatapan kosong
6. Emosi:
- sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alas an - temper tantrum (mengamuk tak terkendali) jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya- kadang suka menyerang dan merusak
- Kadang-kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri
- tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain
Adapun yang dimaksud dengan anak berkebutuhan khusus adalah anak yang memiliki baik temporer ataupun permanent untuk mendapatkan penyesuaian pelayanan pendidikan. Kebutuhan yang permanent kebanyakn diakibatkan oleh kelainan yang disandang. Jenis anak yang mempunyai kebutuhan khusus adalah:
Tuna netra.
Tuna rungu, tuna wicara.
Tuna grahita.
Tuna daksa.
Tuna laras (HIV, AIDS, narkoba).
Autis (sindrom aspeger).
Tuna ganda.
Kesulitan belajar:
- Hiperaktif.
- ADHD.
- Dysgraphi.
- Disphasia./bicara
- Dyslexia./baca
- Dyscalculia./hitung.
- Dispraxia/motorik.
- Lambat belajar (IQ: 70-90).
Gifted
Talented.
Karateristik Anak autistik mempunyai masalah/gangguan dalam bidang:
1. Komunikasi:
- Perkembangan bahasa lambat atau sama sekali tidak ada.
- Anak tampak seperti tuli, sulit berbicara, atau pernah berbicara tapi kemudian sirna,
- Kadang kata-kata yang digunakan tidak sesuai artinya.
- Mengoceh tanpa arti berulang-ulang, dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain.
- Bicara tidak dipakai untuk alat berkomunikasi
- Senang meniru atau membeo (echolalia)
- Bila senang meniru, dapat hafal betul kata-kata atau nyanyian tersebut tanpa mengerti artinya
- Sebagian dari anak ini tidak berbicara ( non verbal) atau sedikit berbicara (kurang verbal) sampai usia dewasa
- Senang menarik-narik tangan orang lain untuk melakukan apa yang ia inginkan, misalnya bila ingin meminta sesuatu.
2. Interaksi sosial:
- Penyandang autistik lebih suka menyendiri
- Tidak ada atau sedikit kontak mata, atau menghindar untuk bertatapan
- tidak tertarik untuk bermain bersama teman
- Bila diajak bermain, ia tidak mau dan menjauh
3. Gangguan sensoris:
- sangat sensistif terhadap sentuhan, seperti tidak suka dipeluk
- bila mendengar suara keras langsung menutup telinga
- senang mencium-cium, menjilat mainan atau benda-benda
- tidak sensitif terhadap rasa sakit dan rasa takut
4. Pola bermain:
- Tidak bermain seperti anak-anak pada umumnya,
- Tidak suka bermain dengan anak sebayanya,
- tidak kreatif, tidak imajinatif
- tidak bermain sesuai fungsi mainan, misalnya sepeda dibalik lalu rodanya di putar-putar
- senang akan benda-benda yang berputar, seperti kipas angin, roda sepeda,
- dapat sangat lekat dengan benda-benda tertentu yang dipegang terus dan dibawa kemana-mana
5. Perilaku:
- dapat berperilaku berlebihan (hiperaktif) atau kekurangan (hipoaktif)
- Memperlihatkan perilaku stimulasi diri seperti bergoyang-goyang,mengepakkan tangan seperti burung, berputar-putar, mendekatkan mata kepesawat TV, lari/berjalan bolak balik, melakukan gerakan yang diulang-ulang
- Tidak suka pada perubahan
- dapat pula duduk bengong dengan tatapan kosong
6. Emosi:
- sering marah-marah tanpa alasan yang jelas, tertawa-tawa, menangis tanpa alas an - temper tantrum (mengamuk tak terkendali) jika dilarang atau tidak diberikan keinginannya- kadang suka menyerang dan merusak
- Kadang-kadang anak berperilaku yang menyakiti dirinya sendiri
- tidak mempunyai empati dan tidak mengerti perasaan orang lain






Tidak ada komentar:
Posting Komentar